1. Faktor teknik menyusui yang kurang benar, misalnya jarang
disusui, perlekatan mulut bayi ke areola mammae yang kurang benar, bayi bingung
puting akibat pemakaian dot sehingga jarang menyusu
2. Faktor psikologis, ibu stress, panik, dsb
3. Faktor fisik misalnya karena KB hormonal (pil kontrasepsi
estrogen tinggi), pemakaian diuretik HCT (obat hipertensi), ibu hamil lagi,
merokok (aktif atau pasif), kurang gizi dll
4. Faktor bayi yang kurang bisa menetek misalnya adanya
kelainan bawaan (sindroma Pierre Robin – dagu kecil, sehingga kesulitan menetek
dengan benar)
Setelah mengenali penyebabnya, maka perlu tindakan untuk
mengatasinya. Secara umum untuk memperlancar ASI adalah :
A. Persiapan sejak hamil
Sebaiknya saat hamil ibu banyak
mencari info benar mengenai laktasi, buku-buku resmi yang dipakai cukup beragam
diantaranya: Indonesia Menyusui (terbitan Ikatan Dokter Anak Indonesia),
Ultimate breastfeeding (Jack Newman) dari Asosiasi Menyusui Indonesia, atau
dari internet.
Lakukan perawatan payudara (masase) pada trimester 3 kehamilan
dengan air hangat dan dingin bergantian. Jika puting susu masuk, lakukan
tindakan Hoffman atau puting susu ditarik dengan spuit 10 cc yang dimodifikasi
(bisa konsultasi dengan bidan atau dokter). Cari pembantu yang baik yang siap
melaksanakan segala pekerjaan rumah tangga agar nanti ibu tidak terlalu capai.
B. Pelaksanaan
1. Segera setelah melahirkan (jika bayi normal), lakukan IMD
(Inisiasi Menyusu Dini), agar ibu percaya diri menyusui, mempercepat involusi
uterus, mencegah perdarahan, dan membuat awal yang baik bayi untuk belajar
menyusu dan mendapat kolustrum pada 1-2 jam pertama sesudah melahirkan.
2. Perlu kemauan dan niat yang baik dalam menyusu, karena
pikiran positif membawa ke hal positif juga
3. Konsentrasi ibu hanya untuk menyusui, bukan hal-hal lain
(jangan sibuk main handphone)
4. Posisikan bayi
dalam posisi benar & nyaman, pelekatan mulut yang baik sampai
melingkupi seluruh areola mamma. Jika bayi “menolak” payudara, maka bisa
“dipancing” dulu dengan memasukkan jari kita yang bersih dalam mulut bayi
beberapa saat baru dibiarkan menyusu. Jika bayi menyusu yang benar maka ibu
merasakan ASI keluar dari ke-2 payudara, dan terdengar suara bayi menelan.
5. Menyusui sesering mungkin, dan terutama malam hari
(produksi prolaktin tertinggi). Semakin banyak bayi mengisap maka susu yang
dihasilkan makin banyak. Adanya refleks prolaktin (produksi ASI) dan oksitosin
(otot-otot untuk mengeluarkan ASI) dapat berlangsung dengan baik. Semakin
sering menyusu maka akan menstimulasi reseptor prolaktin secara maksimum yang
akan memperbanyak produksi ASI.
6. Perbanyak mengonsumsi makanan yang bergizi. Semua ASI yang dihasilkan oleh ibu
berasal dari makanan apa yang di konsumsi ibu itu sendiri. Banyak mengkonsumsi
buah-buahan segar, makanan bergizi, minum susu (tidak wajib susu ibu menyusui)
serta yang mengandung banyak cairan bisa membantu proses laktasi.
Jumlah cairan
yang diminum minimal 2.5 liter perhari. Diet pada ibu ditambah 285 Kalori/hari
(Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi 1993) dengan rincian 6 bulan pertama 700
Kal/hari, 6 bulan kedua 500 Kal/hari, Tahun ke-2 400 Kal/hari. Cukupi protein
minimal 44 g (wanita tak hamil) + 6 bulan pertama tambah 16 g/hari, 6 bulan
ke-2 12 g/hari, tahun kedua tambah 11 g/hari.
7. Menghindari Stress bagi si Ibu menyusuiStress secara
langsung menyebabkan penurunan produksi susu, oleh karena itu karena itu si ibu
harus tetap santai adalah hal yang penting saat menyusui.
8. Istirahat yang cukup untuk ibu menyusuiKelelahan bisa
menjadi penyebab turunnya produksi ASI, jangan menyibukkan diri dengan membuang
energi untuk masak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.l pleh karena itu Ibu
yang sedang menyusui juga harus istirahat yang cukup. Tak ada salahnya untuk
ikut tidur sejenak ketika si kecil sedang tidur siang.
Keuntungan lain dari
istirahat yang cukup adalah membantu meremajakan organ internal tubuh. Dalam
hal ini perlu sekali dukungan ayah untuk membuat suasana hati ibu lebih baik,
serta orang lain yang membereskan urusan rumah tangga. Seiring berjalannya
waktu, bayi akan mempunyai pola menyusu yang teratur. Batasi jam kunjung tamu
ke rumah terutama jam-jam menyusui. Istirahat di tempat tidur bisa dengan cara
membawa buku, majalah, ke kamar tidur, membuat ibu santai.
9. Ciptakan suasana yang kondusif untuk menyusui (terhindar
dari suara bising yang mengganggu, terkena polusi udara, kamar yang bersih, dsb
10. Menghindari asap rokok (aktif atau pasif)Rokok sangat
berpengaruh pada kesehatan seseorang dan bisa juga berdampak negatif terhadap laktasi yaitu
menurunkan produksi ASI. Serta racun dan nikotin yang terkandung di dalam rokok
bisa masuk melalui darah dan nantinya akan berpengaruh terhadap ASI yang
dihasilkan.
11. Kosongkan ASI sesudah bayi selesai menyusu. Produksi ASI
prinsipnya “based on demand” sama spt prinsip pabrik, makin sering diminta
(disusui, diperas, dipompa) maka makin banyak ASI yang diproduksi. Kosongkan payudara setelah anak selesai
menyusui; sisa air susu di sinus kelenjar susu akan membuat hambatan
(inhibitor) produksi ASI selanjutnya. Cara mengosongkan bisa dengan memerah ASI
dengan tangan atau pompa susu manual atau elektrik. Simpan ASI di freezer yang
bisa tahan sampai 4 bulan (beri wadah plastik obat yang ada klip-penutupnya,
tulis tanggal dan jumlah berapa cc)
12. Sedapat mungkin lakukan ASI eksklusif pada bayi 0-6
bulan, hindari susu formula. Karena komposisi protein susu sapi sebagian besar
kasein maka lambat dicerna, sehingga anak kenyang lama,dan banyak tidur
sehingga malas menetek. Makin banyak susu formula, produksi ASI menurun.
Makanan terbaik bayi 0-6 bulan adalah ASI, dan anjuran WHO ASI diteruskan
sampai usia 2 tahun. Dibandingkan susu formula, ASI punya keunggulan dari
berbagai aspek, yakni: NUTRISI KOMPLET
DAN TEPAT, FK. IMUNITAS yang tak ada pada susu formula, TAK MENYEBABKAN ALERGI,
KECERDASAN/KOGNITIF BAYI, LEBIH AMAN,dan HEMAT).
13. Berikan ASI peras (saat ibu
tak bisa meneteki langsung) dengan sendok atau cup feeder yang bisa dibeli di
klinik laktasi untuk menghindari bingung puting (nipple confussion); jangan
beri dengan dot. Jika menyusu dari botol dengan tekanan (energi sedikit), bayi
sudah mendapat susu, sementara jika menyusu harus mengeluarkan energi lebih
& mulut bayi harus mencakup seluruh areola mammae.
14. Tetap melakukan perawatan payudara: melakukan
pijat/kompres air hangat dan dingin bergantian.
15. Sayuran yang dipercaya sebagai laktagoga seperti daun
kattuk (segar atau ekstrak), kacang-kacangan,
jagung, sup ayam hangat dll bisa membantu memperbanyak produksi ASI.
Yang penting makanan berimbang.
16. Tetap jaga kesehatan lakukan olahraga tapi santai (senam,
renang), namun hindari olahraga keras yang mengeluarkan banyak keringat. Ibu
yang sakit membuat produksi ASI berkurang
17. Sebelum dan sesudah menyusui cukup minum susu (tak harus
susu khusus ibu menyusui) atau air putih. Lakukan pijatan ringan pada payudara
sebelum menyusui untuk merangsang refleks oksitosin.
18. Pijatan pada punggung ibu, dipercaya membantu ibu
relaksasi dan merangsang pengeluaran hormon oksitosin (foto terlampir).
19. Kenali tipe-tipe menyusui bayi (karakter bayi
berbeda-beda) sehingga ibu tetap pede menyusui. Ada tipe barracudas (tangan
bayi memegang putting, lalu menyusu kuat 10-20 mnt), excited ineffectives
(putting dikeluarkan & dimasukkan secara berulang-ulang, menangis jika ASI
tidak keluar), procrastinator(menunggu ASI keluar baru menyusu dengan baik),
gourmerts (bayi menjilat ASI yang menetes sebelum benar-benar melekat pada
putting, menolak jika dipaksa cepat-cepat), dan rester (menyusu beberapa menit,
berhenti beberapa menit, sehingga memerlukan waktu yang lama).
20. Sedapat mungkin hindari obat yang menurunkan persediaan
ASI seperti antihistamin (misalnya diphenhidramin), pseudoefedrin, diuretika
tiazid untuk hipertensi
21. Jika semua cara di atas tak berhasil, sebagai alternatif
terakhir biasanya dokter/konsultan laktasi akan memberikan obat seperti
domperidon dengan dosis awal 4x20 mg (4x2 tablet, lalu diturunkan bertahap
sesuai respons (semacam obat antimuntah namun mampu merangsang produksi
prolaktin dengan bekerja menghambat pengeluaran dopamin di otak [antagonis
prolaktin]), namun efek sampingnya perlu diwaspadai walau ringan seperti mulut
kering, nyeri kepala, dan kram perut.
"BERIKAN HANYA ASI PADA BAYI 0-6 BULAN, BAYI 6 BULAN KE
ATAS TERUSKAN ASI SAMPAI 2 TAHUN & BERIKAN MP ASI YANG TEPAT"
1. Edamame/Kedelai
Kaya
protein. Edamame atau kedelai Jepang ini memang sumbernya protein nabati.
Edamame juga mengandung vitamin K, mangan, asan folat, vitamin C, riboflavin,
zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium.Baik untuk memenuhi kebutuhan protein
harian ibu menyusui yang mencapai 65 gr. Bila Anda sedang bosan makan ikan,
unggas atau daging sebagai sumber protein, coba saja edamame. Kekurangan
protein bisa membuat produksi air susu berkurang, bahkan cadangan protein dalam
tubuh akan ikut berkurang.Enaknya jadi camilan setelah direbus, atau sebagai
bahan campuran telur dadar.
2. Daun katuk
Kaya protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin
A, B1 dan vitamin C. katuk juga mengandung alkaloid dan sterol yang
mempengaruhi produksi ASI. Dalam 100 gr daun katuk juga terkandung 239 mg
vitamin C, sudah jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, yakni
95 mg. tak perlu khawatir kelebihan vitamin C karena ambang batas toleransinya
adalah 2000 mg/hari.
Hanya dengan melahap sayur daun katuk, Anda tak perlu lagi
minum suplemen vitamin C.Baik untuk memperlancar ASI karena mengandung asam
seskuiterna. Penelitian Sa’roni, Tonny Sadjimin, Mochammad Sja’bani dan Zulaela
di Slmena, Yogyakarta (2004) menunjukkan bahwa setelh mengonsumsi daun katuk,
volume ASI bisa meningkat hingga 50%.Enaknya disayur bening atau sayur bobor.
3. Bunga Pepaya
Kaya vitamin A dan vitamin C. Bunga yang
berwarna kuning pucat ini juga mengandung kalsium dan fosfor.Baik untuk
mempercepat proses pencernaan protein karena adanya enzim papain, yang tidak
hanya terdapat di bagian bunga, tapi juga di buah dan daunnya.Enzim itu berguna
untuk memecah protein yang Anda makan, apalagi saat menyusui dibutuhkan protein
sekitar dua kali lipat dibanding kebutuhan normal. Bunga papaya juga bisa
merangsang nafsu makan.Enaknya ditumis, direbus atau disiram air mendidih untuk
lalap.
4. Bayam hijau/merah
Kaya vitamin B6, za besi, protein,
thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, vitamin
A, C, E, dan K.Baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi agar kuat. Ini
didapat dari vitamin B6. saat menyusui, kebutuhan vitamin B6 Anda satu kali
lebih tinggi dibanding wanita yang tidak menyusui atau hamil. Jadi, konsumsi bayam
lebih banyak dari biasanya akan menambah kandungan vitamin B6 dalam ASI.
Bayam
rendah kaloi, sama sekali tidak mengandung lemak, tapi kaya nutrisi. Pilih
bayam yang warna pekat, hijau atau merah. Kepekatan warna, salah satu ciri
kandungan karoten yang lebih banyak, bermanfaat untuk melawan radikal
bebas.Enaknya disayur bening, menu sederhana kesukaan semua orang. Buat dalam
porsi sekali makan karena sayur bayam tidak boleh dipanasi ulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar